Menyulam Hijau Alam di Kanal Banjir Timur PDF Print E-mail
Written by dwp kemlu   
Monday, 04 March 2013 15:41

Menyulam Hijau Alam di Kanal Banjir Timur

Acara puncak  ”Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP)” ke-5 diselenggarakan di bantaran Kanal Banjir Timur (KBT) Duren Sawit, Jakarta Timur pada hari Sabtu, 1 Desember 2012.  Hadir pada acara tersebut  Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Yudhoyono,  Ibu Herawati Boediono, Menteri Pemberdayaan Perempuan Ibu Linda Agum Gumelar,  Menteri Pertanian Bapak Suswono, Menteri PU Bapak Djoko Kirmanto, Ketua GPTP Ibu Erna Witular, istri Gubernur DKI Ibu Iriana Joko Widodo, serta para wakil dari tujuh organisasi wanita pemrakarsa GPTP,  yaitu SIKIB, KOWANI, DWP, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, PKK, dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (APPB). DWP Kemlu pada kesempatan ini diwakili Penasihat DWP  Ibu Sranya Natalegawa, didampingi Ketua DWP Ibu If Wardana dan dua pengurus DWP Kemlu, Ny. Dhani Syarifuddin dan Ny. Rita Amri. Acara yang mengambil tema “Ruang Terbuka Hijau bagi Penyerapan Air di Perkotaan”dengan sub tema ‘Menuju Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga’ ini dihadiri pula oleh 20  orang aktivis ”Asean Confederation of Women’s Organizations ” (ACWO) sebagai tamu kehormatan.Seperti disampaikan Ibu Negara dalam sambutan beliau, GPTP merupakan sumbangan bangsa Indonesia bagi masyarakat dunia dalam menanggulangi pemanasan global. Program yang berjalan sejak 2007 ini rata-rata telah menanam lebih dari 1 milyar pohon pertahun di seluruh Indonesia, dan pada tahun 2012 mencapai 1,2 milyar pohon. Menurut Ibu Negara, program penghijauan bantaran KBT dikemas dalam konsep yang berbeda. Menurut cetak biru GPTP, nantinya KBT akan dikembangkan menjadi semacam Kebun Raya mini yang kaya dengan koleksi tanaman langka yang selain menghasilkan oksigen, juga berfungsi sebagai kawasan serapan air tanah. Melalui cetak biru tersebut, diharapkan pada 10 hingga 20 tahun mendatang bantaran KBT akan berkembang menjadi kawasan yang teduh, rindang dan hijau, serta merangsang burung-burung untuk datang memperkaya keasrian lingkungan ini. Dengan koleksi tanaman langka yang ditanam saat ini, juga diharapkan kawasan ini nantinya akan menjadi salah satu pusat penelitian tanaman asli Indonesia yang hampir punah. (ds)

           

Last Updated on Thursday, 14 March 2013 13:30